Apakah Sebenarnya Masalah NAPZA Itu?
Written by Transform Drug Policy Foundation Wednesday, 27 January 2010 19:32

Slogan 10 Tahun Strategi NAPZA PBB adalah " A Drug Free World - We Can Do It !" . 150 negara secara formil berkomitmen untuk menghapuskan seluruh koka, opium dan marijuana dari planet bumi di tahun 2008.
Masalah penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya sangatlah kompleks dan sulit terdeteksi. Sejumlah besar anggaran pemerintah negara-negara dunia dikeluarkan setiap tahun untuk usaha-usaha mengeliminasi suplai dan penggunaan NAPZA ilegal.Tetapi tahun demi tahun, NAPZA justru digunakan oleh lebih banyak orang di seluruh dunia.
Makin meningkat bukti-bukti nyata bahwa usaha mengeliminasi NAPZA bukan hanya tak efektif, teetapi juga kontraproduktif. Pelarangan NAPZA menciptakan pasar ilegal yang memicu kejahatan dan kekerasan diberbagai tempat, dimana para kriminal merajalela melakukan pencucian uang, korupsi, perang sipil sampai dengan terorisme.
Masalah-masalah ini tidak diciptakan oleh NAPZA semata-mata, tetapi merupakan akibat langsung dari kebijakan internasional yang menciptakan sebuah pasar ilegal raksasa: PELARANGAN NAPZA. Seperti yang terjadi pada tahun 1920-an di Amerika, pelarangan NAPZA mendorong terjadinya kejahatan dengan membiarkan pasar dikuasai oleh para gangster.Dan, dalam kegagalan memusnahkan NAPZA, kebijakan pelarangan NAPZA tak hanya menciptakan kriminalitas tetapi juga secara terus menerus memperbesar dampak buruk dari NAPZA itu sendiri. Dengan menempatkan suplai dan penggunaan NAPZA sebagai pelanggaran hukum, hal ini memaksimalkan dampak buruk yang menimpa pengguna NAPZA dan masyarakat luas.
Sebuah Masalah Yang Kita Ciptakan Sendiri
Undang-undang pertama yang melarang penggunaan substansi seperti opium dan kokain telah ada kurang dari seabad lalu. UU ini meluas menjadi Perjanjian Internasional Anti NAPZA dibawah tekanan negara penganut kebijakan pelarangan NAPZA, Amerika. Pelarangan NAPZA sekarang ini telah menjelma dalam UU Internasional dibawah Konvensi PBB tentang NAPZA tahun 1961 (1961 UN Drug Convention), dan UU Kerajaan Inggris tentang penyalahgunaan NAPZA (Misuse of Drugs Act 1971).
Untuk sebuah kebijakan yang bertujuan memusnahkan suplai dan penggunaan NAPZA, UU ini telah gagal secara mencolok. 40 tahun setelah dicetuskan, penggunaan NAPZA meningkat sedikitnya sebesar 300%. Upaya untuk mengurangi suplai NAPZA juga sama tak efektifnya, karena NAPZA sekarang menjadi lebih murah dan lebih mudah didapatkan dari tahun ke tahun. Miliaran dolar yang dikumpulkan dari para pembayar pajak disia-siakan untuk membiayai kebijakan yang hasilnya adalah kebalikan dari yang diharapkan.
Menyerahkan Pasar NAPZA Kepada Kriminal
Ketika kebutuhan NAPZA yang tinggi dikombinasikan dengan UU Pelarangan NAPZA, hasilnya adalah peningkatan dramatis harga, dibarengi dengan kian menurunnya kualitas, membuat substansi tersebut berharga lebih mahal dari emas.
Peluang yang sangat menarik ini menciptakan daya tarik yang luar biasa bagi para pengedar NAPZA untuk mengendalikan pasar kriminal terbesar didunia, yang bernilai sekitar 300 miliar poundsterling pertahun (contoh kasus di Inggris).
Memicu Timbulnya Kejahatan Terkait NAPZA
Harga NAPZA yang tinggi mengakibatkan pecandu NAPZA berpenghasilan rendah sering terlibat dalam pencurian atau prostitusi untuk memenuhi kebutuhan NAPZA-nya. Pemerintah Kerajaan Inggris memperkirakan bahwa populasi pecandu heroin dan kokain yang relatif kecil ini bertanggung jawab atas 54% kasus perampokan, 70-80% perampasan, 85% pencurian di toko swalayan, dan 95% prostitusi jalanan. Lebih dalam lagi, pelarangan NAPZA mengkriminalkan jutaan pengguna NAPZA dewasa, mengakibatkan kelebihan populasi di penjara dan krisis yang lebih luas dalam sistem penegakan hukum.
Memperbesar Risiko dan Memaksimalkan Dampak Buruk
Semua jenis NAPZA, baik yang legal maupun ilegal, memiliki risiko-risiko tersendiri. Memperkecil bahaya penggunaan NAPZA - seperti yang terjadi dalam penanganan obat-obat yang diresepkan, alkohol dan tembakau, akan selalu menjadi tantangan dalam ranah kesehatan masyarakat. Tetapi dengan tetap berada diluar koridor hukum, para pengedar mendistribusikan NAPZA berbahaya yang tidak diketahui seberapa murni dan berapa besar konsentrasinya. Pelarangan NAPZA memperbesar risiko dan memaksimalkan dampak buruk penggunaan NAPZA. Pengguna NAPZA menjadi kelompok masyarakat yang paling dirugikan oleh kebijakan pelarangan NAPZA.
Menciptakan Kehancuran Global
Kebijakan "Perang terhadap NAPZA" adalah penyebab langsung masalah dalam produksi NAPZA dan negara-negara transit (seperti Colombia, Afghanistan, Karibia dan Asia Tenggara), dimana kebijakan tersebut menyulut korupsi dan konflik, berkontribusi secara signifikan pada ketidakstabilan politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Masalah NAPZA terkini adalah menggelembungnya semua masalah NAPZA yang ditimbulkan oleh pasar ilegal. Dan hal ini disebabkan oleh kebijakan pelarangan NAPZA. (TDPF/YS)

| Next > |
|---|




