Penanganan Paling Tepat Untuk Pecandu NAPZA
Alexa Stats






![]() | Today | 47 |
![]() | Yesterday | 56 |
![]() | This week | 47 |
![]() | Last week | 537 |
![]() | This month | 47 |
![]() | Last month | 2528 |
![]() | All days | 15501 |
IP Anda: 38.107.191.101
,
Today: Aug 01, 2010

Oleh: Ira Hapsari*
Semarang - Bagi masyarakat Indonesia, masalah sosial penggunaan alkohol masih dianggap kurang berbahaya dibanding masalah zat adiktif lain. Hal tersebut tampak dari kurangnya perhatian masyarakat terhadap masalah kecanduan alkohol.
Kenyataannya, alkohol dapat memicu kematian karena kurangnya pengawasan dan pengetahuan mengenai cara aman mengkonsumsinya.
Read more: Mempertanyakan Kebijakan Pemerintah Menaikkan Harga Miras

Tangerang - Termasuk jenis narkotika yang baru masuk ke Indonesia, harga hasish di pasaran cukup tinggi mencapai Rp 1,4 juta hingga Rp 1,5 juta per gram. "Narkotika jenis baru ini untuk sementara beredar di kalangan terbatas komunitas warga Iran," ujar Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, kepada Tempo, hari ini.

Jakarta - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengangkat wacana agar uang hasil sitaan transaksi narkoba dapat dipakai untuk dana rehabilitasi medis dan sosial korban narkoba.
Al Jufri mengacu pada pasal 101 UU Narkotika no 35/2009 yang menjelaskan uang tersebut bisa dipakai, demikian penjelasannya seusai membuka Diskusi Narkotika di Kementerian Sosial, Rabu (7/7).
Read more: Kemensos Inginkan Uang Sitaan Narkoba Untuk Biayai Rehabilitasi

Executive Summary-Program Harm Reduction di Puskesmas Kota Semarang.pdf
Lembaga Pelopor Perubahan (LPP-PERFORMA) adalah organisasi berbasis komunitas pengguna /pecandu NAPZA yang mendukung program pemerintah dengan bekerja mempromosikan layanan pengurangan dampak buruk NAPZA (Harm Reduction) di Puskesmas melalui relawan-relawan yang langsung turun menjangkau komunitas pengguna NAPZA suntik (penasun).
Read more: Program Harm Reduction di Puskesmas Kota Semarang

Jakarta - Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gorries Mere, menegaskan agar para pecandu narkotika tidak dikriminalkan tetapi sebaiknya dirujuk untuk menjalani rehabilitasi medis dan sosial.
Read more: Gorries Mere: Pecandu Harus Dirawat dan Tidak Boleh Dipenjara
More Articles...
Page 1 of 3









